Potret Banjir di Jakarta
Arusnarasi.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, kembali memperlihatkan wajah lama ibu kota: banjir yang tak kunjung tuntas. Minggu (8/3/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 148 rukun tetangga (RT) dan sekitar 20 ruas jalan terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan ibu kota dan sekitarnya.
Air menggenangi sejumlah permukiman warga dengan ketinggian bervariasi. Tak hanya merendam rumah, banjir juga membuat sejumlah jalan utama sulit dilalui kendaraan, memicu kemacetan serta mengganggu mobilitas warga yang beraktivitas pada akhir pekan.
Melansir laporan , tingginya curah hujan sejak malam hari menyebabkan debit air di saluran dan sungai meningkat. Kondisi tersebut membuat air meluap ke permukiman serta badan jalan di sejumlah titik di Jakarta.
Petugas BPBD bersama aparat terkait dikerahkan untuk menangani genangan, mulai dari penyedotan air hingga pemantauan wilayah rawan banjir. Warga di daerah terdampak juga diminta tetap waspada terhadap potensi genangan susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Banjir yang kembali meluas ini menjadi pengingat bahwa persoalan klasik ibu kota belum benar-benar selesai. Setiap kali hujan deras turun, Jakarta seolah kembali diuji oleh masalah yang sama, drainase yang belum optimal, daya tampung sungai yang terbatas, serta kawasan permukiman yang berada di dataran rendah.
Di tengah berbagai proyek penanganan banjir yang terus digaungkan pemerintah, realitas di lapangan menunjukkan satu hal: ketika hujan datang, sebagian Jakarta masih harus bersiap menghadapi genangan.
