Arusnarasi.id – Sikap Walikota Gorontalo Adhan Dambea, terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menuai kritik tajam. Pernyataan yang dinilai memberi ruang pembelaan terhadap penambang ilegal dianggap bertolak belakang dengan arah kebijakan nasional.
Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selama ini menegaskan komitmen tegas terhadap penertiban PETI. Aktivitas ilegal tersebut dipandang sebagai pelanggaran hukum hingga dapat merugikan negara.
Di tingkat daerah, sikap berbeda yang ditunjukkan Walikota Gorontalo yang dinilai memunculkan tanda tanya besar. Konsistensi terhadap garis perjuangan partai, yakni Partai Gerindra, mulai dipertanyakan.
Seorang aktivis lingkungan di Gorontalo yang enggan disebutkan namanya menilai, perbedaan sikap ini adalah bentuk sinyal perlawanan terhadap Prabowo.
“Kalau pusat sudah tegas melawan PETI, Kepala Daerah juga harus mengikuti perintah itu. Faktanya, Walikota Gorontalo mencoba memprovokasi penambang untuk melakukan demonstrasi melawan penertiban PETI yang sedang ditegakkan oleh Polda Gorontalo” ujarnya, Selasa (24/03/2026).
Belum lagi, menurutnya, Presiden Prabowo yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, harusnya diikuti oleh kepala-kepala daerah yang juga kader Gerindra.
“Kalau Pak Adhan merasa bahwa dia Kader Gerindra, harusnya dia itu patuh terhadap perintah Prabowo yang adalah Ketua Umum Partai Gerindra”, tegasnya.
Ia berharap, Walikota Gorontalo Adhan Dambea secepat mungkin berbenah sikap, agar citra Presiden Prabowo tak luntur hanya karena satu kepala daerah.
“Harapan saya, Walikota Adhan Dambea harus merenung. Gerindra harus melekat dalam jiwa Pak Adhan, kalau tidak, dia bukan cuman permalukan Presiden Prabowo, tapi juga permalukan partainya yang juga dipimpin oleh Prabowo”, tutupnya.
