Gunung Semeru
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di wilayah Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 11.17 WIB.
Berdasarkan laporan pemantauan petugas gunung api, erupsi terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum sekitar 23 milimeter dan durasi gempa mencapai sekitar 102 detik. Hingga saat ini, status aktivitas masih berada pada Level III atau Siaga.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas vulkanik gunung tersebut memang tercatat cukup intens. Petugas pemantau menyebut erupsi terjadi berulang kali dengan kolom abu yang keluar dari kawah Jonggring Saloko, menandakan masih aktifnya pergerakan magma di perut gunung.
Petugas dari (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sejumlah zona rawan bencana.
Wilayah yang diminta untuk dihindari terutama di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Kawasan ini dinilai paling berpotensi terdampak awan panas guguran maupun aliran lahar jika aktivitas erupsi meningkat.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut, guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya aliran material vulkanik yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak gunung.
Petugas pemantau gunung api memastikan aktivitas masih terus dipantau secara intensif melalui pos pengamatan yang berada di wilayah .
Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi susulan, terutama saat terjadi hujan yang dapat memicu aliran lahar di sejumlah sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Pemerintah daerah bersama petugas kebencanaan juga terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana.
