Foto Istimewa: Purbaya Yudhi Sadewa
Arusnarasi.id – Meneteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mulai mempertimbangkan opsi pemangkasan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam. Opsi tersebut disampaikan Menteri Keuangan pada Sabtu (7/3/2026) saat menanggapi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat kenaikan harga energi global.
Lonjakan harga minyak dunia berpotensi menambah beban belanja negara, khususnya pada sektor energi seperti subsidi dan kompensasi. Kondisi itu membuat ruang fiskal pemerintah menjadi lebih sempit dan memaksa pemerintah untuk mengevaluasi berbagai program yang membutuhkan anggaran besar.
Salah satu program yang ikut masuk dalam pembahasan adalah program MBG yang menjadi agenda prioritas pemerintahan . Pemerintah, kata Purbaya, harus memastikan setiap program tetap berjalan sejalan dengan kemampuan keuangan negara.
Meski membuka kemungkinan pemangkasan, pemerintah menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai pengurangan anggaran program MBG. Kementerian Keuangan masih melakukan kajian dan simulasi fiskal untuk melihat seberapa besar dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi keuangan negara.
Lonjakan harga minyak global sendiri dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik hingga potensi gangguan pasokan dari negara-negara produsen utama. Situasi tersebut membuat banyak negara, termasuk Indonesia, harus menyiapkan langkah antisipatif agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan fiskal negara di tengah dinamika ekonomi global yang semakin tidak menentu.
