Rahmat Gobel (kiri), Elnino Mohi (tengah), Rusli Habibie (kanan)
Arusnarasi.id – Di tengah polemik tambang rakyat di Pohuwato yang terus menyisakan keluhan dari para penambang, sorotan publik mulai mengarah pada peran para wakil rakyat di tingkat nasional. Jika sebagian anggota DPR RI dari Gorontalo terlihat mulai menonjol dengan bidang perjuangannya masing-masing, pertanyaan justru muncul pada sosok lain yang dinilai belum tampak jelas arah kerja politiknya.
Publik melihat ada pembagian peran yang mulai terbaca. misalnya, selama ini dikenal fokus pada isu pertanian dan pengembangan sektor pariwisata di Gorontalo. Sementara dinilai lebih banyak bergerak dalam mendorong isu kelistrikan dan infrastruktur energi yang berkaitan dengan kebutuhan daerah.
Namun pertanyaan kemudian diarahkan kepada . Di tengah situasi konflik dan kegelisahan para penambang rakyat di Pohuwato, publik mulai bertanya-tanya.
“Apa yang sedang diurus oleh wakil rakyat, Aya Yopin Aleg Pohuwato, Pak Elnino Aleg DPR-RI, harusnya ini diisampaiakan oleh Pak Elino kepada Presiden Prabowo, kan sama-sama dari Gerindra,” tutur seorang penambang yang enggan mempublikasi namanya karena takut diancam.
Kritik juga muncul terhadap langkah anggota DPRD dari di Pohuwato yang dinilai masih berkutat pada komunikasi internal partai, sementara nasib penambang rakyat membutuhkan jalur advokasi yang lebih kuat hingga ke pusat kekuasaan.
Padahal, secara politik, Gerindra saat ini berada dalam posisi strategis sebagai partai penguasa yang memiliki kedekatan langsung dengan pemerintahan nasional. Secara logika kekuasaan, akses politik itu seharusnya bisa menjadi “jalan tol” untuk menyampaikan aspirasi rakyat daerah kepada pemerintah pusat.
“Jika keluhan para penambang benar-benar ingin diperjuangkan, jalur komunikasi dengan presiden terpilih seharusnya bukan perkara yang sulit bagi kader partai yang berada dalam satu barisan politik,” jelas penambang itu lagi.
Di titik inilah publik mulai mempertanyakan efektivitas perjuangan politik tersebut. Apakah aspirasi para penambang Pohuwato benar-benar sedang diperjuangkan hingga ke tingkat pusat? Atau justru berhenti pada diskusi-diskusi internal partai di daerah?
Pertanyaan lain juga mencuat: bisakah keluhan masyarakat yang selama ini disuarakan oleh tokoh lokal seperti Aya Yopin benar-benar sampai ke meja presiden?
Jika Rusli Habibie bergerak pada sektor energi, dan Rahmat Gobel fokus pada pertanian serta wisata, maka publik menunggu satu hal yang sama dari Elnino Mohi: kejelasan perjuangan politiknya.
“Sebab pada akhirnya, kursi DPR RI bukan sekadar posisi representasi, melainkan juga saluran langsung bagi suara rakyat daerah untuk menembus pusat kekuasaan. Dan bagi masyarakat penambang Pohuwato, yang kami butuhkan hari ini bukan sekadar pernyataan-melainkan perjuangan yang benar-benar sampai ke Jakarta,” tutupnya dengan kesal.
