Arusnarasi.id – Ada momentum menggelitik ketika Walikota Adhan Dambea bertemu dengan Ketua Komisi III DPR RI Di Jakarta. Walikota yang dikenal pemberani itu akhirnya takut dengan Kejari Kota Gorontalo.
“Bo Lombo, takut dengan Kejari juga ti Pak Adhan? Soalnya saya baca di berita Pak Walikota ba foto dengan Ketua Komisi III DPR-RI, apa meminta pembelaan?”, ungkap abang bentor yang enggan dipublish namanya karena takut akan ada ancaman, Kamis (12/3/2026).
Meski malu mengakui bahwa kehadirannya secara khusus berkaitan dengan pengembalian berkas P19 oleh Kejari Gorontalo, publik sudah tau karena beberapa waktu lalu dirinya pernah mengatakan akan melaporkan perkara di ke Komisi III DPR RI.
Dibaluti dengan pernyataan melaporkan oknum-oknum penegak hukum agar dapat dibenahi dalam penindakan hukum. Adhan juga sempat curhat kisah kelamnya dicoret pada Pemilihan Walikota Tahun 2013 silam.
Memang Adhan Dambea tidak bisa kalahkan Marten Taha, dua kali Adhan Dambea ditumbangkan Marten Taha, beruntung saja Adhan Dambea dapat panggung di Kampanye Akbar Gusnar-Idah dan dapat luapan suara dari pasangan itu.
Dari sikap Adhan Dambea yang melaporkan Kejari ke Komisi III DPR RI membuktikan dirinya takut berhadapan dengan Kejari Gorontalo sampai-sampai melapor ke DPR RI, yang dicitrakan sebagai pemimpin pemberani ternyata lombo.
Memang Walikota Adhan Dambea dikenal sebagai politisi yang punya hobi melapor kesana kemari, bahkan saat manjadi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Periode 2019-2024, dirinya banyak melakukan pelaporan ke Aparat Penegak Hukum.
