Arusnarasi.id – Polemik aktivitas pertambangan emas di Provinsi Gorontalo terus memicu reaksi dari kalangan penambang rakyat. Sejumlah penambang kini secara terbuka meminta agar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Gorontalo dicopot dari jabatannya.
Desakan tersebut muncul setelah para penambang menilai tidak ada penjelasan yang jelas dari pihak Dinas ESDM terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Mulai dari praktik jual beli emas hingga kepastian ruang aktivitas bagi penambang rakyat yang hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Beberapa penambang mengaku sudah berulang kali menyuarakan keluhan mereka, namun belum mendapat respons yang memadai dari pemerintah daerah, khususnya dari Dinas ESDM Provinsi.
“Sudah terlalu lama kami menunggu penjelasan. Sampai sekarang tidak ada sikap yang jelas. Karena itu kami meminta agar Kadis ESDM dicopot saja jika memang tidak mampu menyelesaikan persoalan ini,” ujar salah satu penambang yang enggan disebutkan namanya.
Menurut para penambang, sikap diam dari pihak dinas justru memperkeruh situasi di tengah masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan rakyat.
Mereka juga menilai pemerintah provinsi seharusnya hadir untuk memberikan kepastian kebijakan, terutama terkait perlindungan terhadap penambang rakyat yang selama ini menjadi bagian dari ekonomi masyarakat lokal.
“Kami tidak meminta yang aneh-aneh. Kami hanya butuh kejelasan aturan dan ruang dialog dengan pemerintah,” kata penambang lainnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Dinas ESDM Provinsi Gorontalo terkait desakan masyarakat penambang tersebut. Sementara itu, para penambang berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah tegas agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas di tengah masyarakat.
