Arusnarasi.id – Kebijakan Walikota Gorontalo Adhan Dambea, memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke mulai menuai keluhan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejumlah pegawai mengaku kesulitan mengakses layanan perbankan, mulai dari keterbatasan mesin ATM hingga kendala pada aplikasi.
Situasi ini dinilai menunjukkan kebijakan yang tidak disiapkan secara matang. Pemerintah kota dianggap terlalu percaya diri mengambil keputusan tanpa memastikan kesiapan infrastruktur layanan perbankan bagi ribuan ASN.
“Perpindahan RKUD bukan sekadar keputusan administratif. Dampaknya langsung dirasakan oleh ribuan pegawai. Karena itu kesiapan jaringan dan layanan bank harus dipastikan terlebih dahulu,” ujar Husain, kerabat salah satu ASN Kota Gorontalo.
Menurutnya, keluhan yang muncul dari ASN seharusnya menjadi alarm bahwa keputusan tersebut diambil tanpa perhitungan yang cukup.
“Kalau sekarang ASN kesulitan akses ATM dan aplikasi, berarti ada yang tidak siap dari awal. Kebijakan seperti ini tidak boleh hanya karena ingin terlihat kuat mengambil keputusan, Walikota yang sok tampil kuat, se!,” tambahnya.
