Arusnarasi.id – Kegiatan Adhan Dambea dan YAPHARA kurang mendapat respons positif dari publik, pasalnya, acara tersebut sangat membingungkan para tamu.
“Tidak tau acara apa ini, silaturahim tapi ada judul dinasti politik”. Seloroh salah satu peserta yang hadir pada acara yang digagas oleh Yayasan Penegak Hak-Hak Rakyat (YAPHARA), di GrandQ Hotel, Kamis (05/03/2026).
“Pe rugi ada hadir, lebe bae bicara saja dimedia daripada bkg acara tidak jelas bagini”. Timpal kawannya yang duduk bersebelahan.
Acara yang kurang mendapat respon dan simpati publik, mulai dari rundown acara hingga ke tema kegiatan bisa ditebak tujuan silaturahim yang digagas oleh Adhan Dambea selaku Pembina.
Entah apa maksud dari kalimat yang terpampang didepan layar LED, yang pasti menyinggung soal Dinasti Politik. Adhan Dambea seolah-olah menyindir para politisi yang ada kaitannya dengan Dinasti Politik, termasuk Idah Syahidah selaku Wakil Gubernur sekaligus istri dari mantan Gubernur dua periode Rusli Habibie.
Wajar saja jika dalam sambutannya Idah Syahidah menanyakan langsung kepada siapa tema ini dialamatkan, Idah meminta diperjelas.
Tak ada unsur Forkopimda yang hadir, setelah pembukaan acara menjadi biasa-biasa saja karena memang dari awal tujuannya tidak jelas.
